Sabtu, 15 November 2014

?

Ku cipta tanda tanya kepada malam.
Malam kenapa ku cipta gelap
Menebar dingin dan memberi kantuk.
Ku cipta tanda tanya kepada hujan.
Hujan kenapa kau sadis, membunuh sinar yang indah menapak di bumi.
Ku cipta tanda tanya kepada bulan.
Bulan kenapa kau menghilang di saat langit malam menghitam.
Rengekan-rengekan itu bertebar disetiap waktu yang berkisah.
Tidak terjawab di permukaan hanya terpendam di dalam.
Hingga akhir semua yang membuat bibir ini menyunggingkan seuntai senyum indahnya.

Rabu, 12 November 2014

Jejak Sang Pemimpi #28

Apapun yang terjadi itu sudah tergaris, dan pasti ada hikmah. Selalu percayalah bahwa skenario Tuhan jauh lebih baik, dari skenario-mu.

Jumat, 07 November 2014

Jejak Sang Pemimpi #27

Mencari makna dalam setiap lini kehidupan, akan membuatmu semakin bijak mengambil keputusan hidup. _rd

Selasa, 15 Juli 2014

Jejak Sang Pemimpi #26

berjuang tanpa batas, tak mengenal tepi sebelum semua tercapai. _rd

Sebening Embun

Dalam keindahan sebening embun
Ada makna yang aku tak paham
Entah itu ajakan atau perintah
Seolah ia mengajak-ku berdzikir
Seolah ia memerintahku bersyukur
Oh ...
Mungkinkah karena dosa yang menggunung
ataukah Hati yang tak lagi suci

Mataku gelap, kering ...
Air mata sahabat karibku menjauh
Terbang bersama waktu yang setia untuknya
Ia berusaha mengingatkanku akan fatamorgana
Kerusakan akal dan kefakiran ilmuku menbantahnya
dan Ia memang tak menjauhiku
Melainkan aku yang menjauhinya
Oh ...
Kapan hati ini akan kembali
Kembali menjadi senindah bening embun
Kembali bersahabat dengan air mata
Berharap dengan sebening embun
Menetes menbasahi hati dan aku bisa kembali pada Tuhanku.


Rabu, 18 Juni 2014

Jejak Sang Pemimpi #25

Jalan untuk menggapai yang indah, tentu tidaklah mudah. Kadang butuh air mata, kadang butuh senyuman, kadang butuh kerelaan dan masih banyak lainnya. Namun satu yang pasti jalan yang indah haruslah tetap di lalaui dengan prasangka baik dan kesyukuran pada Allah. [rd]

Selasa, 20 Mei 2014

Jejak Sang Pemimpi #24

sakit dalam berjuang itu hanya sementara. bisa jadi kita rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun, namun......
jika menyerah rasa sakit itu akan terasa selamanya. [alm. mako t]

Sabtu, 03 Mei 2014

Jejak Sang Pemimpi #23

Untukmu Jiwa Yang Lelah
Teman, tidak usah mengeluh, apa gunanya coba....? Aku memang tidak tau kau sepenuhnya, tapi setidaknya kita pernah satu tim dalam sebuah komunitas. Kau bisa setegar mentari, selembut sang bayu dan seputih salju.itu yang ku tau. Jika hidupmu kendaraan, kaulah pengemudinya, mengapa kau tidak mencoba untuk menjadi pengemudi yang baik, dan hidupmu akan selalu kau arahkan untuk kebaikan.
Didunia ini tidak ada kata sia-sia katanya, jika usaha dan do'a sudah menyertai langkah kita, maka semua akan menjadi indah pada saatnya. Jika masa kini hanya akan menjadi masalalu pada akhirnya, mengapa kita tidak mau melakukan hal yang terbaik untuk orang lain. "bukankah orang yang menang itu buka mereka yang selalu dapat juara, melainkan orang yang selalu membari semangat kepada orang yang lemah.
Teman, Allah maha tau, tau ketika kita lemah, Tau ketika kita berada dalam titik kebosanan. Cobalah untuk mendekati-Nya, sedekat mungkin. Perbanyak sujudmu disepertiga malamNya, mintalah ketenangan , mintalah kemenangan untuk dunia dan akherat nanti. Karena hanya Dia yang tau suasana hati kita dan apa yang kita butuhkan, melebihi diri kita sendiri.
Sekarang bangkitlah, nyalakan lilinmu, tidak usah kau dengar kata-kata kenyataan itu, bertandinglah untuk menang dengan keadaanmu, biar mereka tau siapa kamu. Kita tidak akan pernah bisa memaksa orang lain untuk berbuat sesuai keinginan kita. Tapi kita bisa memaksa diri kita untuk melakukan yang terbaik dalam menyikapi sikap orang lain.


270113 [rd]

Jejak Sang Pemimpi #22

Daun yang jatuh itu pun karena kuasa Allah. Semua kesusahan, kebahagian yang kau juga juga tidak pernah luput dari campur tangan Allah. Selalu hadirkan keihklasan dalam dirimu. maka semua akan berujung INDAH.

Kamis, 01 Mei 2014

Novel Negeri 5 Menara

Sahabat mungkin sudah tidak asing lagi melihat sampul buku yang bertuliskan Negeri 5 Menara itu. Yang jelas nampak kita lihat ada 5 buah menara yang berbeda-beda : Monas, Bigben di London, Monumen Washington dan 2 buah menara masjid. Dan mungkin kebanyakan dari sahabat sudah pernah menyantap renyah buku tersebut.
Sahabat, aku hanya inngin bercerita tentang apa yang aku dapatkan dari buku tersebut. Jujur, aku lupa kapan membaca dan menghabiskan buku itu pada pertama kalinya, kemungkinan setelah buku-buku Om Andrea Hirata ku khatamkan. Banyak sekali hal yang menginspirasiku dalam buku Negeri 5 Menara tidak hanya Mimpi, tapi mungkin karena kemiripan ceritaku di dalam alurnya.
Sahabat, aku adalah anak pondok-an sama seperti alif, aku juga anak yang hanya hidup dari sebuah mimpi. Aku seorang anak yang dilahirkan di tengah kesederhanaan, sangat sederhana di desa pesisir Gunungkidul. Dengan segenap mimpi, dengan umur 12 tahun aku sudah merantau untuk sekolah. Mencari sekolah yang GRATIS karena keadaan. Dan itu semua karena mimpi. Lewat buku negeri 5 menara tersebut-lah jiwa-jiwa pemimpi-ku selalu ada dan selalu berbara tak pernah padam.
Owh iya. Aku ingat, buku negeri 5 menara itu ku lahap saat aku duduk di kursi kelas 3. Dengan bekal mimpi untuk meraih beasiswa agar bia kuliah. Kemudian dengan membaca buku negeri 5 menara tersebut-lah mimpi ini selalu ada dan terbangun sempurna. “beruasahalah di atas rata-rata orang lain” begitu salah satu cuplikan kata yang selalu teriang di telingaku. “ Man jada wa Jadda” sebuah kata yang sangat menginspirasi jiwa pemimpi ini. Dengan doa dan usaha serta kenyakinan yang ada Mimpi itu Hidup dengan SEMPURNA.

Untuk sahabat yang belum membaca yang memiliki jiwa pemimpi, aku anjurkan untuk membaca buku ini, atau bagi sahabat yang ingin mengulang membaca mencari kata yang menginspirasi dada. Aku siapkan link-nya. Sahabat bisa Download disini.

Jejak Sang Pemimpi #21

Kebaikan yang kamu pikiran saat ini, Segera LAKUKANLAH. Jika tidak iya hanya akan terbungkus waktu dan terlupakan. [rd]

Senin, 28 April 2014

Ruang Bisu

Terjal dan bergelombang.
Mungkin inilah apa yang tertakdir jalan.
Untuk memelukmu angin berjuang.
Pada esok dan senja ia tumpahkan, gejolak rasa, gejolak jiwa.
Air hujan tak lagi hiraukan, untuk langkah-langkah kecil yang terarah.
Asaku untukmu, kian meninggi dan kian meninggi.
Tak terbatas ruang dan waktu.
Asaku untukmu. Kita bertemu di Ruang Bisu.

Sabtu, 19 April 2014

Terimakasih

“Mentiadakan sesuatu itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi sesuatu yang ditiadakan itu -lah yang kadang tidak terima dengan perlaku-an ditiadakannya. Entah karena kedangkalan akalnya atau sebab apa.”
Matahari sebentar lagi mendekati garis katulistiwa itu berarti adalah waktunya untuk meng-istirahatkan tubuh yang terlalu lelah ini. Tak lama punggungku bersadar pada kursi plastik yang using, dering hpku berbunyi bising memecah kegamangan. “halo, assalamualaikum, dengan bang irul” Tanya sayup-sayup dalam speker hpku. “iya, waalaikumslam, siapa?” tanyaku spontan. “aku ali bang” katanya singkat. Lama hp itu menempel pada telingaku, asyik ngobrol dengan ali yang bercerita tentang adanya beasiswa pada salah satu PTS di kota pendidikan sana.

Beberapa hari kemudian, memang mungkin takdir berpihak padaku. Aku diterima pada salah satu PTS tersebut. Setelah pengumuman bahwa aku adalah termasuk sala seorangyang mendapat beasiswa tersebut, betapa senangnya hatiku. Tapi dilain sisi. Aku tak ada uang untuk mencari kost atau pun kontrakan. Tak mungkin pula aku minta sama ortu. Singkat cerita. Aku bertempat di suatu rumah orang yang sangat dermawan. Lebih singkatnya lagi aku bisa ngontrak sendiri dengan hasil usaha sendiri. Puas rasanya.

Ada banyak cerita dan nasihat dalam cerita yang aku singkat tadi. Kata muqodimah di atas adalah padatan kata dari rangkaian cerita dan nasihat itu. Terimakasih.

Jumat, 18 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #20

jangan menyerah dalam mencari jalan, karena itulah yang dilakukan pemenang.

Jejak Sang Pemimpi #19

ketika pagi datang segera-lah BERNIAT untuk melakukan hal yang terbaik pada harimu.

Novel Sang Pemimpi

Kesempatan yang membahagiakan ini. Aku ingin berbagi tentang buku dari novelis Andrea Hirata yang sangat menggugah sekali. Dari sinilah aku mempunyai mimpi. Aku mulai benar-benar berani untuk bermimpi. Lewat lembaran-lemabaran dan mantra sihir yang terdapat pada penggalan-penggalan kata di dalam buku tersebut-lah yang membuatku tak henti-henti untuk bermimpi. Hariku dipenuhi dengan mimpi pun karena buku itu, tak bosan rasanya membaca berulang-ulang buku tersebut. Mencatat penggalan-penggalan kata yang terdapat di dalamnya. Hingga film rilis dari buku tersebut hadir di tengah-tengah masyarakat indonesia pun, aku gemar sekali menonton, dan satu lagi yang menjadi kebiasaan dengan “sang pemimpi” ini. “aku tak bosan”. Untuk itu aku ingin membagi cerita ini dengan semua. Walau mungkin novel ini sudah usang karena lamanya, bagiku tetap tak bosan aku mencari kata dalam kalimat yang indah dalam buku tersebut.
Aku sangat tergugah terutama dengan beberapa kutipan kata-kata Arai, salah satu tokoh dalam buku ini seperti, “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati” dan “Mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli, tapi di sini Kal, di sekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!”-hal 143. Luar biasa tokoh arai itu-lah yang membuatku tak jenuh, dengan semangat mimpinya yang selalu tergambar lewat kata-kata yang indah, dengan kisah cintanya pula yang membuatku selalu ingin membaca bait-bait percakapannya tentang tokoh ceweknya A ling.
Arai, Ikal, Jimbron tokoh yang sangat menginspirasiku, ini-lah yang membuatku bertekad untuk selalu bermimpi dalam hari-hariku. Lahir di daerah pesisir, lahir di tengah-tengah masyarakat yang sama sekali tidak mementingkan pendidikan. Aku bertekad untuk sekolah gratis (mendapat beasiswa) akhirnya semua itu ku dapatkan. Tidak lupa juga, ini semua karena doa-doa dari mereka yang menyayangiku dan tentunya Allah.
Sampai saat ini semangat untuk maju terus itu selalu ada dan memang harus ada. Dengan cinta dan cita kini aku terbang membawa semua itu selalu berharap akan mimpi yang masih terbungkam di langit yang biru. Dan semua ini tercipta Atas nama MIMPI.
Untuk sahabat pemimpi yang ingin membacanya kembali silahkan lihat disini. Terimakasih sahabat Pemimpi.

Rabu, 16 April 2014

Hubungan

Belum sampai pada teriknya matahari di tengahnya siang. Aku berjalan menuju ruangan yang sebelah kipasnya hampir jatuh karena terlalu lama mendekam dalam ruangan tersebut. Aku masuk beriringan dengan beberapa teman se-matakuliah denganku. Aku tampak biasa walau sebenernya mendera sakit di kepalaku. Dosen masuk, jam kuliah pun dimulai. Aku tampak sekali tidak selera dengan matakuliah itu. Sesekali diajak ngobrol dengan teman samping. Tawa, senyum mewarnai perbincangan dalam perbingcangan. Tiba-tiba temanku itu bertanya dengan laga sok serius padaku "din, bagimu apa hubungan itu" aku berlagak tidak tau, karena aku juga belum tau. hehehe
Sesaat hening, aku berfikir, mengolah otak untuk merangkai kata dan menjawab sebisaku tentang tanya temanku tadi. "hubungan itu ya, hubungan, hubungan apa maksudmu?" tanyaku, padanya. Dengan suasana yang panas temanku tadi menjawab lirih, " hubungan human". Aku masih berfikir mencari jawaban yang bisa membuatnya puas. Tapi jawaban itu nihil tak ku jumpai. Dan seketika dia menjelaskan secara singkat, padat dan sangat jelas, "hubungan itu memberi dan menerima" katanya dengan penuh kenyakinan. Kemudian langsung ku tangkap kata-kata itu. Aku pun menambahi " melengkapi dan di lengkapi " ungkapku. Ternyata memang benar, hidup ini hanya membutuhkan hakekat hubungan. Jika hakekat hubungan itu berjalan sesuai dengan kodratnya, pastilah hidup ini serasa nyaman dan nikmat. Temanku tadi bernama "Aan", terimakasih kawan.

Jejak Sang Pemimpi #18

pelajaran berharga bagi seseorang adalah ketika ia berbuat kesalahan dan mau di tegur untuk berubah ke yang lebih baik.

Selasa, 15 April 2014

Pagi tadi

Pagi yang cerah buatku. Dengan matahari yang bersinar sempurna menghangatkan badanku sesuai dengan kapasitasnya. Tidak seperti biasa, ku pergi melangkah ke kampus dengan membonceng salah seorang teman. Pagi itu banyak sekali kendaraan kendaraan yang malang melintang dijalanan; rame banget. “ lumrahlah ini juga baru jam 07.30, memang jam-nya kantor” kataku dalam hati.
Selang beberapa menit, motor yang ku tumpangi sudah berada pada jalan menuju kampusku. Terlihat dari kejauhan trafic light berwarna merah, spontan teman yang boncengi meng-rem motornya dan berhenti. Tidak ada pembicaraan pada waktu menunggu lampu menuju lampu hijau. Selang beberapa detik kemudian, lampu hijau pun menyala. Semua motor berjalan dan ternyata ada seseorang yang membawa sepeda onthel dan beberapa motor bahkan hampir semua motor meneriakkan bel-nya. “tiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn” begitu kurang lebih suaranya.

Kasian sekali si sepeda itu, ingin rasanya aku berhenti dan ku hentikan semua motor-motor itu, kemudian ku sebrangkan sepeda usang itu : pikirku. “dasar orang sekarang, tidak mengerti arati dari keegoisan, andai saja para pengendara itu saling memahami, pasti tak akan ada rasa kesal yang ada hanya bagaimana membahagiankan orang yang disekitar.

Jejak Sang Pemimpi #17

5 hal yang membuat Allah memberimua nikmat dengan alasan.

  1. puasa sunnah
  2. sholat berjama'ah
  3. baca al-alqur'an
  4. sholat sunnah
  5. amal sholeh
lakukanlah dengan ikhlas suatu saat, kau akan merasakan atau akan memetik hasil dari semua itu.

Senin, 14 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #16

Berjuang-lah tanpa batas, karena kelelahan itu hanya sementara kawan. Go Go Go. Ledakkan inspirasimu lewat mimpi-mimpimu.

Minggu, 13 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #15

waktumu untuk belajar. kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun. BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR.
<melihatkenyataan>

Atas nama MIMPI dan atas MIMPI


Atas nama MIMPI dan atas MIMPI.
Lahirlah karya ini. Sahabat ini adalah kumpulan dari coretan-coretan yang mungkin bisa memberikan semangat baru dalam melangkah untuk maju. teruslah berjuang dengan keinginan-keinginanmu yang kamu kendalikan. Kita bisa dengan doa dan usaha. Jangan pernah takut untuk bermimpi. Melangkahlah untuk terus maju. Mendekatlah dengan Allah, maka sungguh tak akan pernah ada rasa takut dan kwatir tentang hari esok, yang ada hanyalah kenyakinan-kenyakinan bahwa Allah akan menempatkan kita di tempat yang penuh dengan BAROKAH.
Sebahat berikut link-nya bisa di download disini atau bisa juga baca online disini.
Terimakasih daraku.
Salam Pemimpi.

Jejak Sang Pemimpi #14

penuhi harimu dengan DOA

Kamis, 10 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #13

percayalah pada mimpi-mimpi. dan lakukan usaha dan doamu penuh dengan keyakinan, karena keyakinan itu adalah bentuk prasangka baik kita terhadap kuasa Allah.

Penantian Panjang

Malamku bertabrak dengan dingin
Menghela nafas panjang untuk sebuah kelelahan
Rasanya kaki ini.......,
Sudah berjalan panjang
Melangkah lebar
Tapi kenapa tak jua sampai
Harapan-harapan itu terus saja datang
Berterbang bagai kunang-kunang dalam kelam
Memberi warna pada hari
Membuka kejenuhan
Tapi gelap yang membayangi esok dan siang
Selalu menjadi warna yang mendominasi
Memalsukan asa yang ada
Mengisutkan harapan yang tercipta
Bekal doa dalam hati

Menjadi senjata dalam penantian panjang ini

Jejak Sang Pemimpi #12

pelajarilah sesuatu itu dengan sepenuh hati jangan setengah-setengah, mungkin saat ini kita tidak merasakan sesuatu dari apa yang kita pelajari setengah-setengah itu. tapi suatu saat nanti kita akan ingat bahwa seharusnya kita pelajari segala sesuatu itu dengan sepenuhnya.

Jejak Sang Pemimpi #11

Jalani hari dengan ikhlas dan senyuman. Penuhi dengan doa dan amal sholeh.

Rabu, 02 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #10

Jangan pernah merasa aman jika kamu merasa jauh dari Allah. Dekatkan dirimu hingga sedekat mungkin dengan Allah, maka dimana pun kamu berada : kamu akan AMAN. itu pasti.
Aman dari segala hal. Aman dari penyakit, Aman dari penjahat, Aman dari segalanya. :)

Jejak Sang Pemimpi #9

kenyakinan yang akan membawaku terbang tanpa ada batas. yakinlah dengan dirimu. teruslah memperbaiki diri dan mendekat dengan Allah. maka kenyakinan itu akan menjadi nyata.

Namun

Maret sudah benar berlalu
Berterbang dengan waktu yang memburu
Ia tetap ada, tegap berdiri dibalik jendela hitam
Aku masih disini mengamati seksama
Kadang ku lambaikan tanganku untuk meraihnya
Tapi hitam mengahalangi kedipan mataku
Sesaat aku tunduk dan berlutut pada kenyataan
Dan seketika aku bangkit melangkah panjang
Menggenggam matahari dan membuang hitam
Pelan-pelan ia keliatan
Tampak malu dan memerah
Kakiku berayun mengirama
Memarani ia yang penuh sihir
Membawanya pulang untuk futur yang indah
Namun semua masih panjang
Sedangkan jalan ini liku nan terjal
Tidak hanya hitam
Bahkan coklat gelap, biru gelap, merah gelap
Semua kegelapan berkumpul menjadi satu
Untuk memejamkan mata dalam jalan
Namun ;
Setiap jalan pasti berujung
Sekalipun ada hitam dan gelap
Bertapak dengan kebijaksanaan
Maka semua akan berakhir dengan indah

Selasa, 01 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #8

Setiap jalan itu pasti ada ujung. Sekalipun jalan itu terjal dan berliku pasti akan ada ujung. Untuk itu lalui dengan penuh kesyukuran. Maka semua akan berujung indah.

Senin, 31 Maret 2014

Jejak Sang Pemimpi #7

Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini,jika kita mau melakukan dengan keikhlasan.maka semua akan berujung keindahan.

Jumat, 21 Maret 2014

Hitam Putih


Berteriak ...
Tertawa ...
Dan tiba-tiba membatu
Ujung waktu meledak
Ketika masa tenggelam bersama hitam
Semua mati,-
Teriring hening,
Senyap sebab tak bernyawa
Embun-embun kecil merayap
Kemudian jatuh memeluk bumi
Sehingga alam menjelma putih
Aku berdiri kaku
Ditengah-tengah hitam dan putih
Linglung dimakan kenyataan
Tidak tau arah untuk pulang
Tersesat dalam sandiwara kepalsuan
Ditekan
Diinjak-injak
Kemudian membatu ...
Lenyap dan terbang bersama angin.

Terbit di buletin balapan edisi 4

Jejak Sang Pemimpi #6

maret-pun telah sampai ujung.
menapak jalan yang panjang dan berliku.
teruslah bergerak dan melangkah.
bismillah..........

Rabu, 12 Maret 2014

Jejak Sang Pemimpi #5

maret : lakukan, lakukan, lakukan

Sabtu, 08 Februari 2014

CintaDalam Hati

malam ini, aku menimang-nimang angin
kosong tidak ketara
semu tiada bayang merayu
ada gelap dan dingin di luar sana
ku intip lewat celah jendela
nyaliku ciut untuk peluk mereka
: di ruangan sempit, ku bercumbu dengan sajak
memunguti puisi-puisi yang berserakkan
agar tercipta kata yang sempurna
untuk ku persembahkan pada bintang di malam berikutnya
kata sederhana penuh makna
kata cakap membawa hikmah
bersumber dari qolbu yang dalam
kata : rindu

Lawu

Bersetubuh dengan dingin.
Mencipta rasa,
Mengolah jiwa.
Dengan kebersamaan,
Dengan berpelukan.
Satu jiwa, satu raga.
Mencari satu arti, untuk kata
Kata inspirasi, untuk indonesia
Jejak-jejak kata garuda
Terbang, membelah langit
: capai hasyrat cita dan cinta tertinggi

Kado Untuk Kekasihku

Tersenyumlah …..!
Untuk menjemput sang embun
Berkawan sang mentari ….
Hingga bening itu tercipta
Teguhkan langkahmu…….
Langkah yang kian pasti
Untuk menyambut indah taman surgawi.
:lenyapkan goresan tinta itu
Biarkan mereka mengalir bersama air
Biarkan mereka terbang bersama angin
Biarkan berlalu—menjadi masalalu
:lahirkan esok kembali
Esok yang terbalut sang mentari
Esok yang terbalut bening sang embun
Esok yang terbalut oleh kehangatan
Esok yang terbalut oleh kesejukan.
Tetaplah indah……!
Hingga menjadi bunga ditaman surgawi.

Cerita

Membungkam cacian tak semudah membalik telapak tangan
Cerita kemiskinan selalu menjadi dominan dalam kesengsaraan
Apa daya ketololan yang tak bertepi
Apa daya kebodohan yang tidak ada ujung
Lemah menuju kematian
Tergores banyak luka
Menguras banyak airmata
Cerita kemiskian selalu menjadi petaka
Dan aku rela pasrah memeluknya
Sehingga mereka selalu tersenyum denganku
Membawa muka simpati denganku
Namun air tetaplah air
Dan minyak tetaplah minyak
Tak mungkin air tercampur dengan minyak
Tersingkir dan terbuang

Tentang

Dalam ruangan sempit
Satu jendela kecil
Satu pintu normal adanya
Aku coba pahami
Aku coba mengerti
Tentang gejolak dan rasa hati
Tentang kebodohan dan kepandaian
Tentang kematian dan kehidupan
Tentang mimpi dan masa depan
Tentang kegagalan dan keberasilan
Tentang kecurangan dan kebaikan
Tentang kemunafikan dan kehalusan
Tentang arti dan makna
Masih banyak tentang kemudian dan
Tak sanggup lagi kata itu mengalir
Karena hati sudah menghentikan

Sindoro-Sumbing



Melihat-lihat tiang langit
Gagah dan amat perkasa
Ku intip lewat celah jendelah camp
Bersembunyi dari kejaran kematian
Dingin...
Kemudian ada tamu : secercah sinar kuning keemasan, mampu mengusir kematian
Setelahnya Aku berani keluar kandang, berkicau sesuka rasa
Memeluk awan yang membalut Sumbing
Mengangkasa bersama Sindoro
Sungguh...
Keindahan ciptaan-Mu sulit terlukkiskan.

Sajak Untuk Kalian

Kelas XII IPA
Monday, 18 Oktober 2010

Sajak untuk Kalian
Sepi yang terlahir
Hampa yang tercipta
Tawa yang karam
Seiring larinya sang waktu
Itu bukan salah PERSAHABATAN
      Kalian tidak salah
      Begitipun aku
      Mungkin kalian akan tetap kalian
      Dan aku, mungkin akan tetaplah aku…
      Sebutir debu yang terus melawan angin
      untuk terbang
      dengan sepasang sayap mungilnya
      Demi MIMPI yang mulai SEPI.

Jejak Sang Pemimpi #4

Jangan pernah takut untuk bergerak menuju kebaikan, Teruslah melangkah hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Jumat, 07 Februari 2014

Jejak Sang Pemimpi #3

Perubahan apa yang telah kau lakukan hari ini.
sabbda ust Achmad Suyanto Alhikmah

Syair Kata

malam ini, aku menimang-nimang angin
kosong tidak ketara
semu tiada bayang merayu
ada gelap dan dingin di luar sana
ku intip lewat celah jendela
nyaliku ciut untuk peluk mereka
: di ruangan sempit, ku bercumbu dengan sajak
memunguti puisi-puisi yang berserakkan
agar tercipta kata yang sempurna
untuk ku persembahkan pada bintang di malam berikutnya
kata sederhana penuh makna
kata cakap membawa hikmah
bersumber dari qolbu yang dalam
kata : rindu 

Unlimited

kenapa hujan kemaren meninggalkan bekas
bukan karena aku tidak suka.
tapi ini adalah masa depannya.
tengoklah kedepan, tataplah langit
arah jalan masih terbentang luas
aku debu kecil yang masih gemar berterbang
mencari tempat untuk berlabuh
mencari tempat untuk berteduh
pada pesona cinta dan cita-cita
aku seperti dia, dia dan mereka
punya hati dan rasa
bahkan mungkin lebih jelek
sungguh tidak ada jaminan
karena aku hanya punya kata.
ingin ku tulis tebal dan besar tanda seru itu
tapi itu bukanlah ranahku.
ku hargai rasa itu,
dengan untaian senyum dari dalam qolbu
ku sertakan ucapan indah
: maaf dan terimakasih

Kamis, 06 Februari 2014

Jejak Sang Pemimpi #2

PERNGHORMATAN terhadap jasa seseorang itu penting. entah itu besar atau kecil jangan pernah kau lupakan kata terimakasih.

Jejak Sang Pemimpi #1

Memulai hal yang berujung indah itu, bukan hal yang mudah. butuh Perjuangan dan Pengorbanan.
 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi