Sahabat mungkin sudah tidak asing
lagi melihat sampul buku yang bertuliskan Negeri 5 Menara itu. Yang jelas
nampak kita lihat ada 5 buah menara yang berbeda-beda : Monas, Bigben di
London, Monumen Washington dan 2 buah menara masjid. Dan mungkin kebanyakan
dari sahabat sudah pernah menyantap renyah buku tersebut.
Sahabat, aku hanya inngin
bercerita tentang apa yang aku dapatkan dari buku tersebut. Jujur, aku lupa
kapan membaca dan menghabiskan buku itu pada pertama kalinya, kemungkinan
setelah buku-buku Om Andrea Hirata ku khatamkan. Banyak sekali hal yang menginspirasiku
dalam buku Negeri 5 Menara tidak hanya Mimpi, tapi mungkin karena kemiripan
ceritaku di dalam alurnya.
Sahabat, aku adalah anak
pondok-an sama seperti alif, aku juga anak yang hanya hidup dari sebuah mimpi. Aku
seorang anak yang dilahirkan di tengah kesederhanaan, sangat sederhana di desa
pesisir Gunungkidul. Dengan segenap mimpi, dengan umur 12 tahun aku sudah
merantau untuk sekolah. Mencari sekolah yang GRATIS karena keadaan. Dan itu
semua karena mimpi. Lewat buku negeri 5 menara tersebut-lah jiwa-jiwa
pemimpi-ku selalu ada dan selalu berbara tak pernah padam.
Owh iya. Aku ingat, buku negeri 5
menara itu ku lahap saat aku duduk di kursi kelas 3. Dengan bekal mimpi untuk
meraih beasiswa agar bia kuliah. Kemudian dengan membaca buku negeri 5 menara
tersebut-lah mimpi ini selalu ada dan terbangun sempurna. “beruasahalah di atas
rata-rata orang lain” begitu salah satu cuplikan kata yang selalu teriang di
telingaku. “ Man jada wa Jadda” sebuah kata yang sangat menginspirasi jiwa
pemimpi ini. Dengan doa dan usaha serta kenyakinan yang ada Mimpi itu Hidup
dengan SEMPURNA.
Untuk sahabat yang belum membaca
yang memiliki jiwa pemimpi, aku anjurkan untuk membaca buku ini, atau bagi
sahabat yang ingin mengulang membaca mencari kata yang menginspirasi dada. Aku siapkan
link-nya. Sahabat bisa Download disini.
