berjuang tanpa batas, tak mengenal tepi sebelum semua tercapai. _rd
Selasa, 15 Juli 2014
Sebening Embun
Dalam keindahan sebening embun
Ada makna yang aku tak paham
Entah itu ajakan atau perintah
Seolah ia mengajak-ku berdzikir
Seolah ia memerintahku bersyukur
Oh ...
Mungkinkah karena dosa yang menggunung
ataukah Hati yang tak lagi suci
Mataku gelap, kering ...
Air mata sahabat karibku menjauh
Terbang bersama waktu yang setia untuknya
Ia berusaha mengingatkanku akan fatamorgana
Kerusakan akal dan kefakiran ilmuku menbantahnya
dan Ia memang tak menjauhiku
Melainkan aku yang menjauhinya
Oh ...
Kapan hati ini akan kembali
Kembali menjadi senindah bening embun
Kembali bersahabat dengan air mata
Berharap dengan sebening embun
Menetes menbasahi hati dan aku bisa kembali pada Tuhanku.
Ada makna yang aku tak paham
Entah itu ajakan atau perintah
Seolah ia mengajak-ku berdzikir
Seolah ia memerintahku bersyukur
Oh ...
Mungkinkah karena dosa yang menggunung
ataukah Hati yang tak lagi suci
Mataku gelap, kering ...
Air mata sahabat karibku menjauh
Terbang bersama waktu yang setia untuknya
Ia berusaha mengingatkanku akan fatamorgana
Kerusakan akal dan kefakiran ilmuku menbantahnya
dan Ia memang tak menjauhiku
Melainkan aku yang menjauhinya
Oh ...
Kapan hati ini akan kembali
Kembali menjadi senindah bening embun
Kembali bersahabat dengan air mata
Berharap dengan sebening embun
Menetes menbasahi hati dan aku bisa kembali pada Tuhanku.
Diposting oleh
Unknown
di
06.44
Langganan:
Postingan (Atom)