Senin, 28 April 2014

Ruang Bisu

Terjal dan bergelombang.
Mungkin inilah apa yang tertakdir jalan.
Untuk memelukmu angin berjuang.
Pada esok dan senja ia tumpahkan, gejolak rasa, gejolak jiwa.
Air hujan tak lagi hiraukan, untuk langkah-langkah kecil yang terarah.
Asaku untukmu, kian meninggi dan kian meninggi.
Tak terbatas ruang dan waktu.
Asaku untukmu. Kita bertemu di Ruang Bisu.

Sabtu, 19 April 2014

Terimakasih

“Mentiadakan sesuatu itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi sesuatu yang ditiadakan itu -lah yang kadang tidak terima dengan perlaku-an ditiadakannya. Entah karena kedangkalan akalnya atau sebab apa.”
Matahari sebentar lagi mendekati garis katulistiwa itu berarti adalah waktunya untuk meng-istirahatkan tubuh yang terlalu lelah ini. Tak lama punggungku bersadar pada kursi plastik yang using, dering hpku berbunyi bising memecah kegamangan. “halo, assalamualaikum, dengan bang irul” Tanya sayup-sayup dalam speker hpku. “iya, waalaikumslam, siapa?” tanyaku spontan. “aku ali bang” katanya singkat. Lama hp itu menempel pada telingaku, asyik ngobrol dengan ali yang bercerita tentang adanya beasiswa pada salah satu PTS di kota pendidikan sana.

Beberapa hari kemudian, memang mungkin takdir berpihak padaku. Aku diterima pada salah satu PTS tersebut. Setelah pengumuman bahwa aku adalah termasuk sala seorangyang mendapat beasiswa tersebut, betapa senangnya hatiku. Tapi dilain sisi. Aku tak ada uang untuk mencari kost atau pun kontrakan. Tak mungkin pula aku minta sama ortu. Singkat cerita. Aku bertempat di suatu rumah orang yang sangat dermawan. Lebih singkatnya lagi aku bisa ngontrak sendiri dengan hasil usaha sendiri. Puas rasanya.

Ada banyak cerita dan nasihat dalam cerita yang aku singkat tadi. Kata muqodimah di atas adalah padatan kata dari rangkaian cerita dan nasihat itu. Terimakasih.

Jumat, 18 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #20

jangan menyerah dalam mencari jalan, karena itulah yang dilakukan pemenang.

Jejak Sang Pemimpi #19

ketika pagi datang segera-lah BERNIAT untuk melakukan hal yang terbaik pada harimu.

Novel Sang Pemimpi

Kesempatan yang membahagiakan ini. Aku ingin berbagi tentang buku dari novelis Andrea Hirata yang sangat menggugah sekali. Dari sinilah aku mempunyai mimpi. Aku mulai benar-benar berani untuk bermimpi. Lewat lembaran-lemabaran dan mantra sihir yang terdapat pada penggalan-penggalan kata di dalam buku tersebut-lah yang membuatku tak henti-henti untuk bermimpi. Hariku dipenuhi dengan mimpi pun karena buku itu, tak bosan rasanya membaca berulang-ulang buku tersebut. Mencatat penggalan-penggalan kata yang terdapat di dalamnya. Hingga film rilis dari buku tersebut hadir di tengah-tengah masyarakat indonesia pun, aku gemar sekali menonton, dan satu lagi yang menjadi kebiasaan dengan “sang pemimpi” ini. “aku tak bosan”. Untuk itu aku ingin membagi cerita ini dengan semua. Walau mungkin novel ini sudah usang karena lamanya, bagiku tetap tak bosan aku mencari kata dalam kalimat yang indah dalam buku tersebut.
Aku sangat tergugah terutama dengan beberapa kutipan kata-kata Arai, salah satu tokoh dalam buku ini seperti, “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati” dan “Mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli, tapi di sini Kal, di sekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!”-hal 143. Luar biasa tokoh arai itu-lah yang membuatku tak jenuh, dengan semangat mimpinya yang selalu tergambar lewat kata-kata yang indah, dengan kisah cintanya pula yang membuatku selalu ingin membaca bait-bait percakapannya tentang tokoh ceweknya A ling.
Arai, Ikal, Jimbron tokoh yang sangat menginspirasiku, ini-lah yang membuatku bertekad untuk selalu bermimpi dalam hari-hariku. Lahir di daerah pesisir, lahir di tengah-tengah masyarakat yang sama sekali tidak mementingkan pendidikan. Aku bertekad untuk sekolah gratis (mendapat beasiswa) akhirnya semua itu ku dapatkan. Tidak lupa juga, ini semua karena doa-doa dari mereka yang menyayangiku dan tentunya Allah.
Sampai saat ini semangat untuk maju terus itu selalu ada dan memang harus ada. Dengan cinta dan cita kini aku terbang membawa semua itu selalu berharap akan mimpi yang masih terbungkam di langit yang biru. Dan semua ini tercipta Atas nama MIMPI.
Untuk sahabat pemimpi yang ingin membacanya kembali silahkan lihat disini. Terimakasih sahabat Pemimpi.

Rabu, 16 April 2014

Hubungan

Belum sampai pada teriknya matahari di tengahnya siang. Aku berjalan menuju ruangan yang sebelah kipasnya hampir jatuh karena terlalu lama mendekam dalam ruangan tersebut. Aku masuk beriringan dengan beberapa teman se-matakuliah denganku. Aku tampak biasa walau sebenernya mendera sakit di kepalaku. Dosen masuk, jam kuliah pun dimulai. Aku tampak sekali tidak selera dengan matakuliah itu. Sesekali diajak ngobrol dengan teman samping. Tawa, senyum mewarnai perbincangan dalam perbingcangan. Tiba-tiba temanku itu bertanya dengan laga sok serius padaku "din, bagimu apa hubungan itu" aku berlagak tidak tau, karena aku juga belum tau. hehehe
Sesaat hening, aku berfikir, mengolah otak untuk merangkai kata dan menjawab sebisaku tentang tanya temanku tadi. "hubungan itu ya, hubungan, hubungan apa maksudmu?" tanyaku, padanya. Dengan suasana yang panas temanku tadi menjawab lirih, " hubungan human". Aku masih berfikir mencari jawaban yang bisa membuatnya puas. Tapi jawaban itu nihil tak ku jumpai. Dan seketika dia menjelaskan secara singkat, padat dan sangat jelas, "hubungan itu memberi dan menerima" katanya dengan penuh kenyakinan. Kemudian langsung ku tangkap kata-kata itu. Aku pun menambahi " melengkapi dan di lengkapi " ungkapku. Ternyata memang benar, hidup ini hanya membutuhkan hakekat hubungan. Jika hakekat hubungan itu berjalan sesuai dengan kodratnya, pastilah hidup ini serasa nyaman dan nikmat. Temanku tadi bernama "Aan", terimakasih kawan.

Jejak Sang Pemimpi #18

pelajaran berharga bagi seseorang adalah ketika ia berbuat kesalahan dan mau di tegur untuk berubah ke yang lebih baik.

Selasa, 15 April 2014

Pagi tadi

Pagi yang cerah buatku. Dengan matahari yang bersinar sempurna menghangatkan badanku sesuai dengan kapasitasnya. Tidak seperti biasa, ku pergi melangkah ke kampus dengan membonceng salah seorang teman. Pagi itu banyak sekali kendaraan kendaraan yang malang melintang dijalanan; rame banget. “ lumrahlah ini juga baru jam 07.30, memang jam-nya kantor” kataku dalam hati.
Selang beberapa menit, motor yang ku tumpangi sudah berada pada jalan menuju kampusku. Terlihat dari kejauhan trafic light berwarna merah, spontan teman yang boncengi meng-rem motornya dan berhenti. Tidak ada pembicaraan pada waktu menunggu lampu menuju lampu hijau. Selang beberapa detik kemudian, lampu hijau pun menyala. Semua motor berjalan dan ternyata ada seseorang yang membawa sepeda onthel dan beberapa motor bahkan hampir semua motor meneriakkan bel-nya. “tiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn” begitu kurang lebih suaranya.

Kasian sekali si sepeda itu, ingin rasanya aku berhenti dan ku hentikan semua motor-motor itu, kemudian ku sebrangkan sepeda usang itu : pikirku. “dasar orang sekarang, tidak mengerti arati dari keegoisan, andai saja para pengendara itu saling memahami, pasti tak akan ada rasa kesal yang ada hanya bagaimana membahagiankan orang yang disekitar.

Jejak Sang Pemimpi #17

5 hal yang membuat Allah memberimua nikmat dengan alasan.

  1. puasa sunnah
  2. sholat berjama'ah
  3. baca al-alqur'an
  4. sholat sunnah
  5. amal sholeh
lakukanlah dengan ikhlas suatu saat, kau akan merasakan atau akan memetik hasil dari semua itu.

Senin, 14 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #16

Berjuang-lah tanpa batas, karena kelelahan itu hanya sementara kawan. Go Go Go. Ledakkan inspirasimu lewat mimpi-mimpimu.

Minggu, 13 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #15

waktumu untuk belajar. kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun. BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR.
<melihatkenyataan>

Atas nama MIMPI dan atas MIMPI


Atas nama MIMPI dan atas MIMPI.
Lahirlah karya ini. Sahabat ini adalah kumpulan dari coretan-coretan yang mungkin bisa memberikan semangat baru dalam melangkah untuk maju. teruslah berjuang dengan keinginan-keinginanmu yang kamu kendalikan. Kita bisa dengan doa dan usaha. Jangan pernah takut untuk bermimpi. Melangkahlah untuk terus maju. Mendekatlah dengan Allah, maka sungguh tak akan pernah ada rasa takut dan kwatir tentang hari esok, yang ada hanyalah kenyakinan-kenyakinan bahwa Allah akan menempatkan kita di tempat yang penuh dengan BAROKAH.
Sebahat berikut link-nya bisa di download disini atau bisa juga baca online disini.
Terimakasih daraku.
Salam Pemimpi.

Jejak Sang Pemimpi #14

penuhi harimu dengan DOA

Kamis, 10 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #13

percayalah pada mimpi-mimpi. dan lakukan usaha dan doamu penuh dengan keyakinan, karena keyakinan itu adalah bentuk prasangka baik kita terhadap kuasa Allah.

Penantian Panjang

Malamku bertabrak dengan dingin
Menghela nafas panjang untuk sebuah kelelahan
Rasanya kaki ini.......,
Sudah berjalan panjang
Melangkah lebar
Tapi kenapa tak jua sampai
Harapan-harapan itu terus saja datang
Berterbang bagai kunang-kunang dalam kelam
Memberi warna pada hari
Membuka kejenuhan
Tapi gelap yang membayangi esok dan siang
Selalu menjadi warna yang mendominasi
Memalsukan asa yang ada
Mengisutkan harapan yang tercipta
Bekal doa dalam hati

Menjadi senjata dalam penantian panjang ini

Jejak Sang Pemimpi #12

pelajarilah sesuatu itu dengan sepenuh hati jangan setengah-setengah, mungkin saat ini kita tidak merasakan sesuatu dari apa yang kita pelajari setengah-setengah itu. tapi suatu saat nanti kita akan ingat bahwa seharusnya kita pelajari segala sesuatu itu dengan sepenuhnya.

Jejak Sang Pemimpi #11

Jalani hari dengan ikhlas dan senyuman. Penuhi dengan doa dan amal sholeh.

Rabu, 02 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #10

Jangan pernah merasa aman jika kamu merasa jauh dari Allah. Dekatkan dirimu hingga sedekat mungkin dengan Allah, maka dimana pun kamu berada : kamu akan AMAN. itu pasti.
Aman dari segala hal. Aman dari penyakit, Aman dari penjahat, Aman dari segalanya. :)

Jejak Sang Pemimpi #9

kenyakinan yang akan membawaku terbang tanpa ada batas. yakinlah dengan dirimu. teruslah memperbaiki diri dan mendekat dengan Allah. maka kenyakinan itu akan menjadi nyata.

Namun

Maret sudah benar berlalu
Berterbang dengan waktu yang memburu
Ia tetap ada, tegap berdiri dibalik jendela hitam
Aku masih disini mengamati seksama
Kadang ku lambaikan tanganku untuk meraihnya
Tapi hitam mengahalangi kedipan mataku
Sesaat aku tunduk dan berlutut pada kenyataan
Dan seketika aku bangkit melangkah panjang
Menggenggam matahari dan membuang hitam
Pelan-pelan ia keliatan
Tampak malu dan memerah
Kakiku berayun mengirama
Memarani ia yang penuh sihir
Membawanya pulang untuk futur yang indah
Namun semua masih panjang
Sedangkan jalan ini liku nan terjal
Tidak hanya hitam
Bahkan coklat gelap, biru gelap, merah gelap
Semua kegelapan berkumpul menjadi satu
Untuk memejamkan mata dalam jalan
Namun ;
Setiap jalan pasti berujung
Sekalipun ada hitam dan gelap
Bertapak dengan kebijaksanaan
Maka semua akan berakhir dengan indah

Selasa, 01 April 2014

Jejak Sang Pemimpi #8

Setiap jalan itu pasti ada ujung. Sekalipun jalan itu terjal dan berliku pasti akan ada ujung. Untuk itu lalui dengan penuh kesyukuran. Maka semua akan berujung indah.
 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi