Pagi yang cerah buatku. Dengan matahari yang bersinar
sempurna menghangatkan badanku sesuai dengan kapasitasnya. Tidak seperti biasa,
ku pergi melangkah ke kampus dengan membonceng salah seorang teman. Pagi itu
banyak sekali kendaraan kendaraan yang malang melintang dijalanan; rame banget.
“ lumrahlah ini juga baru jam 07.30, memang jam-nya kantor” kataku dalam hati.
Selang beberapa menit, motor yang ku tumpangi sudah berada
pada jalan menuju kampusku. Terlihat dari kejauhan trafic light berwarna merah,
spontan teman yang boncengi meng-rem motornya dan berhenti. Tidak ada
pembicaraan pada waktu menunggu lampu menuju lampu hijau. Selang beberapa detik
kemudian, lampu hijau pun menyala. Semua motor berjalan dan ternyata ada
seseorang yang membawa sepeda onthel dan beberapa motor bahkan hampir semua
motor meneriakkan bel-nya. “tiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn” begitu kurang lebih
suaranya.
Kasian sekali si sepeda itu, ingin rasanya aku berhenti dan
ku hentikan semua motor-motor itu, kemudian ku sebrangkan sepeda usang itu :
pikirku. “dasar orang sekarang, tidak mengerti arati dari keegoisan, andai saja
para pengendara itu saling memahami, pasti tak akan ada rasa kesal yang ada
hanya bagaimana membahagiankan orang yang disekitar.
haa bagus, menceritakan kehidupan sehari-hari dengan bahasa yang santai
"setiap orang memiliki gaya kepenulisan yang berbeda-beda"
terimakasih.....
mana kritik sarannya.
baca puisinya juga mpok. :)