Terjal dan bergelombang.
Mungkin inilah apa yang tertakdir jalan.
Untuk memelukmu angin berjuang.
Pada esok dan senja ia tumpahkan, gejolak rasa, gejolak jiwa.
Air hujan tak lagi hiraukan, untuk langkah-langkah kecil yang terarah.
Asaku untukmu, kian meninggi dan kian meninggi.
Tak terbatas ruang dan waktu.
Asaku untukmu. Kita bertemu di Ruang Bisu.
