Sabtu, 19 April 2014

Terimakasih

“Mentiadakan sesuatu itu adalah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi sesuatu yang ditiadakan itu -lah yang kadang tidak terima dengan perlaku-an ditiadakannya. Entah karena kedangkalan akalnya atau sebab apa.”
Matahari sebentar lagi mendekati garis katulistiwa itu berarti adalah waktunya untuk meng-istirahatkan tubuh yang terlalu lelah ini. Tak lama punggungku bersadar pada kursi plastik yang using, dering hpku berbunyi bising memecah kegamangan. “halo, assalamualaikum, dengan bang irul” Tanya sayup-sayup dalam speker hpku. “iya, waalaikumslam, siapa?” tanyaku spontan. “aku ali bang” katanya singkat. Lama hp itu menempel pada telingaku, asyik ngobrol dengan ali yang bercerita tentang adanya beasiswa pada salah satu PTS di kota pendidikan sana.

Beberapa hari kemudian, memang mungkin takdir berpihak padaku. Aku diterima pada salah satu PTS tersebut. Setelah pengumuman bahwa aku adalah termasuk sala seorangyang mendapat beasiswa tersebut, betapa senangnya hatiku. Tapi dilain sisi. Aku tak ada uang untuk mencari kost atau pun kontrakan. Tak mungkin pula aku minta sama ortu. Singkat cerita. Aku bertempat di suatu rumah orang yang sangat dermawan. Lebih singkatnya lagi aku bisa ngontrak sendiri dengan hasil usaha sendiri. Puas rasanya.

Ada banyak cerita dan nasihat dalam cerita yang aku singkat tadi. Kata muqodimah di atas adalah padatan kata dari rangkaian cerita dan nasihat itu. Terimakasih.

0 komentar em “Terimakasih”

Posting Komentar

 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi