Selasa, 20 Mei 2014

Jejak Sang Pemimpi #24

sakit dalam berjuang itu hanya sementara. bisa jadi kita rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun, namun......
jika menyerah rasa sakit itu akan terasa selamanya. [alm. mako t]

Sabtu, 03 Mei 2014

Jejak Sang Pemimpi #23

Untukmu Jiwa Yang Lelah
Teman, tidak usah mengeluh, apa gunanya coba....? Aku memang tidak tau kau sepenuhnya, tapi setidaknya kita pernah satu tim dalam sebuah komunitas. Kau bisa setegar mentari, selembut sang bayu dan seputih salju.itu yang ku tau. Jika hidupmu kendaraan, kaulah pengemudinya, mengapa kau tidak mencoba untuk menjadi pengemudi yang baik, dan hidupmu akan selalu kau arahkan untuk kebaikan.
Didunia ini tidak ada kata sia-sia katanya, jika usaha dan do'a sudah menyertai langkah kita, maka semua akan menjadi indah pada saatnya. Jika masa kini hanya akan menjadi masalalu pada akhirnya, mengapa kita tidak mau melakukan hal yang terbaik untuk orang lain. "bukankah orang yang menang itu buka mereka yang selalu dapat juara, melainkan orang yang selalu membari semangat kepada orang yang lemah.
Teman, Allah maha tau, tau ketika kita lemah, Tau ketika kita berada dalam titik kebosanan. Cobalah untuk mendekati-Nya, sedekat mungkin. Perbanyak sujudmu disepertiga malamNya, mintalah ketenangan , mintalah kemenangan untuk dunia dan akherat nanti. Karena hanya Dia yang tau suasana hati kita dan apa yang kita butuhkan, melebihi diri kita sendiri.
Sekarang bangkitlah, nyalakan lilinmu, tidak usah kau dengar kata-kata kenyataan itu, bertandinglah untuk menang dengan keadaanmu, biar mereka tau siapa kamu. Kita tidak akan pernah bisa memaksa orang lain untuk berbuat sesuai keinginan kita. Tapi kita bisa memaksa diri kita untuk melakukan yang terbaik dalam menyikapi sikap orang lain.


270113 [rd]

Jejak Sang Pemimpi #22

Daun yang jatuh itu pun karena kuasa Allah. Semua kesusahan, kebahagian yang kau juga juga tidak pernah luput dari campur tangan Allah. Selalu hadirkan keihklasan dalam dirimu. maka semua akan berujung INDAH.

Kamis, 01 Mei 2014

Novel Negeri 5 Menara

Sahabat mungkin sudah tidak asing lagi melihat sampul buku yang bertuliskan Negeri 5 Menara itu. Yang jelas nampak kita lihat ada 5 buah menara yang berbeda-beda : Monas, Bigben di London, Monumen Washington dan 2 buah menara masjid. Dan mungkin kebanyakan dari sahabat sudah pernah menyantap renyah buku tersebut.
Sahabat, aku hanya inngin bercerita tentang apa yang aku dapatkan dari buku tersebut. Jujur, aku lupa kapan membaca dan menghabiskan buku itu pada pertama kalinya, kemungkinan setelah buku-buku Om Andrea Hirata ku khatamkan. Banyak sekali hal yang menginspirasiku dalam buku Negeri 5 Menara tidak hanya Mimpi, tapi mungkin karena kemiripan ceritaku di dalam alurnya.
Sahabat, aku adalah anak pondok-an sama seperti alif, aku juga anak yang hanya hidup dari sebuah mimpi. Aku seorang anak yang dilahirkan di tengah kesederhanaan, sangat sederhana di desa pesisir Gunungkidul. Dengan segenap mimpi, dengan umur 12 tahun aku sudah merantau untuk sekolah. Mencari sekolah yang GRATIS karena keadaan. Dan itu semua karena mimpi. Lewat buku negeri 5 menara tersebut-lah jiwa-jiwa pemimpi-ku selalu ada dan selalu berbara tak pernah padam.
Owh iya. Aku ingat, buku negeri 5 menara itu ku lahap saat aku duduk di kursi kelas 3. Dengan bekal mimpi untuk meraih beasiswa agar bia kuliah. Kemudian dengan membaca buku negeri 5 menara tersebut-lah mimpi ini selalu ada dan terbangun sempurna. “beruasahalah di atas rata-rata orang lain” begitu salah satu cuplikan kata yang selalu teriang di telingaku. “ Man jada wa Jadda” sebuah kata yang sangat menginspirasi jiwa pemimpi ini. Dengan doa dan usaha serta kenyakinan yang ada Mimpi itu Hidup dengan SEMPURNA.

Untuk sahabat yang belum membaca yang memiliki jiwa pemimpi, aku anjurkan untuk membaca buku ini, atau bagi sahabat yang ingin mengulang membaca mencari kata yang menginspirasi dada. Aku siapkan link-nya. Sahabat bisa Download disini.

Jejak Sang Pemimpi #21

Kebaikan yang kamu pikiran saat ini, Segera LAKUKANLAH. Jika tidak iya hanya akan terbungkus waktu dan terlupakan. [rd]
 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi