Jumat, 18 November 2016

Bermanfaat itu Menyenangkan

“ Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah menuntut untuk di pahami karena itu salah. Pribadi yang penuh manfaat akan lebih cenderung untuk selalu memahami tanpa harus di pahami. Pribadi yang penuh manfaat itu selalu banyak mendengar daripada sibuk bicara dengan pembicaraan yang kurang bermutu. Mendengar adalah sebuah cara terbaik untuk memahami karakter seseorang.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu selalu rendah hati. Selalu memberikan apresiasi yang lebih kepada mereka yang layak mendapatnya. Tidak pernah merasa lebih bisa dalam segala bidang dan lebih cenderung diam kemudian mengerjakan jika di perlukan.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah terlihat angkuh. Selalu sopan pada setiap keadaan. Selalu sigap jika di butuhkan. Mengerti bersikap di setiap situasi kondisi. Lebih banyak memberi dan tak pernah mengharap kembali.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu jarang sekali menyakiti hati. Karena memberikan manfaat adalah sebuah panggilan nurani. Pribadi yang manfaat itu tak perlu banyak mimpi, tetapi selalu realisasi jika bermimpi. Pribadi yang manfaat itu akan selalu senang berucap kata maaf dan terimakasih kemudia kata tolong dalam setiap permintaan bantuan”.
Kalimat di atas tentu tidak akan pernah bisa mewakili atau mengambarkan dari sosok pribadi yang manfaat, tetapi setidaknya ada sedikit gambaran untukku agar menjadi pribadi yang penuh manfaat. Kenapa harus menjadi pribadi yang manfaat sih ya ??
Tentu akan sedikit ada pertanyaan semacam itu. Tetapi harusnya jelas bahwa, “sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat untuk orang lain”. Jelas bukan.. !!!
Aku akan lebih sibuk belajar menjadi pribadi yang manfaat daripada harus sibuk melihat dan mendenggar kabar politik kotor nan keruh di republik tercintaku Indonesia ini. Toh juga karena aku tidak paham betul dengan ilmu-ilmu politik itu.
Belajar menjadi pribadi yang manfaat sama saja dengan belajar mengenal Allah, mengenal alam dan mengenal sekitar. Mengapa demikian, karena untuk menjadi pribadi yang manfaat itu akan lebih banyak merenung dan melihat kemudia adabtasi dengan keadaan.
Aku sadar betul bahwa yang mengantarkanku sampai sejauh ini adalah mereka yang mangabdikan dirinya untuk kemanfaatan umat. Mungkin jika tidak ada mereka [red. Pribadi-pribadi yang penuh manfaat] aku tidak akan pernah bisa berjalan sampai sejauh ini. Sadar atau tidak sadar, di samping ini memang sudah menjadi ketentuanNya tentu juga karena kemurahan hati mereka.
Untuk itu, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengawali belajar dan mendedikasikan diri untuk bermanfaat kepada banyak teman-kepada banyak orang. Karena bermanfaat itu menyenangkan. Udah gitu aja. Selesai.!!!

Bermanfaat itu Menyenangkan

“ Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah menuntut untuk di pahami karena itu salah. Pribadi yang penuh manfaat akan lebih cenderung untuk selalu memahami tanpa harus di pahami. Pribadi yang penuh manfaat itu selalu banyak mendengar daripada sibuk bicara dengan pembicaraan yang kurang bermutu. Mendengar adalah sebuah cara terbaik untuk memahami karakter seseorang.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu selalu rendah hati. Selalu memberikan apresiasi yang lebih kepada mereka yang layak mendapatnya. Tidak pernah merasa lebih bisa dalam segala bidang dan lebih cenderung diam kemudian mengerjakan jika di perlukan.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah terlihat angkuh. Selalu sopan pada setiap keadaan. Selalu sigap jika di butuhkan. Mengerti bersikap di setiap situasi kondisi. Lebih banyak memberi dan tak pernah mengharap kembali.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu jarang sekali menyakiti hati. Karena memberikan manfaat adalah sebuah panggilan nurani. Pribadi yang manfaat itu tak perlu banyak mimpi, tetapi selalu realisasi jika bermimpi. Pribadi yang manfaat itu akan selalu senang berucap kata maaf dan terimakasih kemudia kata tolong dalam setiap permintaan bantuan”.
Kalimat di atas tentu tidak akan pernah bisa mewakili atau mengambarkan dari sosok pribadi yang manfaat, tetapi setidaknya ada sedikit gambaran untukku agar menjadi pribadi yang penuh manfaat. Kenapa harus menjadi pribadi yang manfaat sih ya ??
Tentu akan sedikit ada pertanyaan semacam itu. Tetapi harusnya jelas bahwa, “sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat untuk orang lain”. Jelas bukan.. !!!
Aku akan lebih sibuk belajar menjadi pribadi yang manfaat daripada harus sibuk melihat dan mendenggar kabar politik kotor nan keruh di republik tercintaku Indonesia ini. Toh juga karena aku tidak paham betul dengan ilmu-ilmu politik itu.
Belajar menjadi pribadi yang manfaat sama saja dengan belajar mengenal Allah, mengenal alam dan mengenal sekitar. Mengapa demikian, karena untuk menjadi pribadi yang manfaat itu akan lebih banyak merenung dan melihat kemudia adabtasi dengan keadaan.
Aku sadar betul bahwa yang mengantarkanku sampai sejauh ini adalah mereka yang mangabdikan dirinya untuk kemanfaatan umat. Mungkin jika tidak ada mereka [red. Pribadi-pribadi yang penuh manfaat] aku tidak akan pernah bisa berjalan sampai sejauh ini. Sadar atau tidak sadar, di samping ini memang sudah menjadi ketentuanNya tentu juga karena kemurahan hati mereka.
Untuk itu, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengawali belajar dan mendedikasikan diri untuk bermanfaat kepada banyak teman-kepada banyak orang. Karena bermanfaat itu menyenangkan. Udah gitu aja. Selesai.!!!

Bermanfaat itu Menyenangkan

“ Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah menuntut untuk di pahami karena itu salah. Pribadi yang penuh manfaat akan lebih cenderung untuk selalu memahami tanpa harus di pahami. Pribadi yang penuh manfaat itu selalu banyak mendengar daripada sibuk bicara dengan pembicaraan yang kurang bermutu. Mendengar adalah sebuah cara terbaik untuk memahami karakter seseorang.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu selalu rendah hati. Selalu memberikan apresiasi yang lebih kepada mereka yang layak mendapatnya. Tidak pernah merasa lebih bisa dalam segala bidang dan lebih cenderung diam kemudian mengerjakan jika di perlukan.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah terlihat angkuh. Selalu sopan pada setiap keadaan. Selalu sigap jika di butuhkan. Mengerti bersikap di setiap situasi kondisi. Lebih banyak memberi dan tak pernah mengharap kembali.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu jarang sekali menyakiti hati. Karena memberikan manfaat adalah sebuah panggilan nurani. Pribadi yang manfaat itu tak perlu banyak mimpi, tetapi selalu realisasi jika bermimpi. Pribadi yang manfaat itu akan selalu senang berucap kata maaf dan terimakasih kemudia kata tolong dalam setiap permintaan bantuan”.
Kalimat di atas tentu tidak akan pernah bisa mewakili atau mengambarkan dari sosok pribadi yang manfaat, tetapi setidaknya ada sedikit gambaran untukku agar menjadi pribadi yang penuh manfaat. Kenapa harus menjadi pribadi yang manfaat sih ya ??
Tentu akan sedikit ada pertanyaan semacam itu. Tetapi harusnya jelas bahwa, “sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat untuk orang lain”. Jelas bukan.. !!!
Aku akan lebih sibuk belajar menjadi pribadi yang manfaat daripada harus sibuk melihat dan mendenggar kabar politik kotor nan keruh di republik tercintaku Indonesia ini. Toh juga karena aku tidak paham betul dengan ilmu-ilmu politik itu.
Belajar menjadi pribadi yang manfaat sama saja dengan belajar mengenal Allah, mengenal alam dan mengenal sekitar. Mengapa demikian, karena untuk menjadi pribadi yang manfaat itu akan lebih banyak merenung dan melihat kemudia adabtasi dengan keadaan.
Aku sadar betul bahwa yang mengantarkanku sampai sejauh ini adalah mereka yang mangabdikan dirinya untuk kemanfaatan umat. Mungkin jika tidak ada mereka [red. Pribadi-pribadi yang penuh manfaat] aku tidak akan pernah bisa berjalan sampai sejauh ini. Sadar atau tidak sadar, di samping ini memang sudah menjadi ketentuanNya tentu juga karena kemurahan hati mereka.
Untuk itu, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengawali belajar dan mendedikasikan diri untuk bermanfaat kepada banyak teman-kepada banyak orang. Karena bermanfaat itu menyenangkan. Udah gitu aja. Selesai.!!!

Jumat, 14 Oktober 2016

Senyawa Hidup

Hidup adalah senyawa yang seharusnya terbentuk oleh dua unsur yaitu unsur bersabar dan unsur bersyukur. Dua unsur tersebutlah yang mampu untuk menciptakan setiap momentum hidup kita terasa nikmat. Hidup haruslah di nikmati, apapun dan bagaimanapun kenyataannya. Karena sejatinya hidup tidak selalu linier dengan apa yang kita rencanakan. Hidup selalu bersifat fluktuatif dan dinamis karena selalu berubah kapanpun dan dimanapun.
Terkadang kita berada pada puncak kebahagian yang tidak bisa di gambarkan dalam bentuk apapun karena saking bahagianya, tetapi juga tak jarang kita pada puncak kegelisahan yang membuat pola pikir kita menjadi tak jernih dan kerdil, merasa bahwa hanya kitalah yang paling gelisah. Jika kesadaran hidup itu selalu kita hadirkan dalam setiap waktu kita, tentulah kita akan menjadi manusia yang paling bahagia. Hidup dengan penuh kesabaran dan kesyukuran, karena sejatinya dalam kondisi apapun kita harus bersabar dan bersyukur.
Apabila kedua unsur tersebut sudah kita pegang maka untuk menjalani hidup ini akan terasa sangat mudah, beribadahpun akan selalu konstan dan teratur bukan beribadah yang sifatnya responsif yaitu beribadah yang dilakukan berdasarkan ada respon dari pihak-pihak tertentu atau karena faktor-faktor tertentu.

Semoga kita selalu dalam hidayah dan taufikNya. amiin

Jumat, 23 September 2016

HIDUP ADALAH TANTANGAN

Banyak orang yang mengistilahkan tentang hidup. Jelaslah karena setiap orang akan menemui kondisi yang berbeda-beda dalam kehidupan ini. Ungkapan istilah hidup yang sangat aku sukai kini yaitu, HIDUP ADALAH TANTANGAN. Mengapa demikian ? berani untuk hidup adalah berani menjalani tantangan. Hidup sama saja dengan kumpulan fase atau tahapan. Seperti tangga saja ya .... !!!, tetapi bukan tangga lagu lo ya.
Hidup itu berupa fase fase, pada setiap fase akan ada tantangan yang sering kali akan bersingungan dengan kita. Ada fase galau, ada fase bored, ada fase happy, ada fase menangis dan masih banyak lagi tentunya. Jika kita berani untuk hidup, maka kita juga harus berani menjalani fase atau berani menghadapi semua tantangan dalam kumpulan fase tersebut.
Fase hidup belum tentu akan sama persis dengan apa yang sudah kita rencanakan, akan banyak trial dan eror yang akan kita temui dalam rencana-rencana kita. Untuk itu perlu banyak plan untuk menantang tantangan dalam fase kehidupan ini. Tidak cukup plan A atau plan B, bahkan jika perlu kita harus membuat rencana sampai plan Z. Karena kembali kepada hidup, bahwa HIDUP ADALAH TANTANGAN. Tidak perlu down atau malu jika plan A atau plan B kita tidak sesuai dengan harapan karena itu adalah hal yang sangat wajar, toh hidup adalah tantangan. Jika kita gagal pada plan A atau B bangkitlah dengan rencana-rencana lainnya. Jika gagal kita temui lagi, maka bangkitlah lagi. Gagal lagi – Bangkit lagi. Begitulah hidup, untuk itu perlu sekali kita pegang ungkapan HIDUP ADALAH TANTANGAN.
Sepertinya nikmat hidup itu berada pada seberapa banyak kita bangkit dari kegagalan. Tidak perlu takut atau bernyali ciut dalam kehidupan, karena sungguh setelah fase sulit akan kita jumpai fase mudah. Semua akan tergantung pada pribadi kita masing-masing, sejauh mana kita berkorban atau berjuang untuk menaklukan tantangan-tantangan dalam fase kehidupan ini. Tidak perlu bimbang atau ragu akan masa depan nanti, karena fase sekarang lah yang akan berperan penting untuk fase hidup di masa yang akan datang.

Lakukan saja semampu kita, toh juga semua akan kembali pada diri kita. Lakukan dengan sebaik-baiknya, jalani fase hidup dengan selalu berpikir positif, bertindak yang positif karena reaksipun akan menghasilkan hal yang positif juga. Semangat menjalani hidup, semangat menantang tantangan hidup. HIDUPMU adalah AKUMULASI DARI SIKAPMU.
 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi