“ Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah menuntut untuk di pahami karena itu salah. Pribadi yang penuh manfaat akan lebih cenderung untuk selalu memahami tanpa harus di pahami. Pribadi yang penuh manfaat itu selalu banyak mendengar daripada sibuk bicara dengan pembicaraan yang kurang bermutu. Mendengar adalah sebuah cara terbaik untuk memahami karakter seseorang.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu selalu rendah hati. Selalu memberikan apresiasi yang lebih kepada mereka yang layak mendapatnya. Tidak pernah merasa lebih bisa dalam segala bidang dan lebih cenderung diam kemudian mengerjakan jika di perlukan.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu tidak pernah terlihat angkuh. Selalu sopan pada setiap keadaan. Selalu sigap jika di butuhkan. Mengerti bersikap di setiap situasi kondisi. Lebih banyak memberi dan tak pernah mengharap kembali.
Menjadi pribadi yang penuh manfaat itu jarang sekali menyakiti hati. Karena memberikan manfaat adalah sebuah panggilan nurani. Pribadi yang manfaat itu tak perlu banyak mimpi, tetapi selalu realisasi jika bermimpi. Pribadi yang manfaat itu akan selalu senang berucap kata maaf dan terimakasih kemudia kata tolong dalam setiap permintaan bantuan”.
Kalimat di atas tentu tidak akan pernah bisa mewakili atau mengambarkan dari sosok pribadi yang manfaat, tetapi setidaknya ada sedikit gambaran untukku agar menjadi pribadi yang penuh manfaat. Kenapa harus menjadi pribadi yang manfaat sih ya ??
Tentu akan sedikit ada pertanyaan semacam itu. Tetapi harusnya jelas bahwa, “sebaik-baik manusia itu adalah yang bermanfaat untuk orang lain”. Jelas bukan.. !!!
Aku akan lebih sibuk belajar menjadi pribadi yang manfaat daripada harus sibuk melihat dan mendenggar kabar politik kotor nan keruh di republik tercintaku Indonesia ini. Toh juga karena aku tidak paham betul dengan ilmu-ilmu politik itu.
Belajar menjadi pribadi yang manfaat sama saja dengan belajar mengenal Allah, mengenal alam dan mengenal sekitar. Mengapa demikian, karena untuk menjadi pribadi yang manfaat itu akan lebih banyak merenung dan melihat kemudia adabtasi dengan keadaan.
Aku sadar betul bahwa yang mengantarkanku sampai sejauh ini adalah mereka yang mangabdikan dirinya untuk kemanfaatan umat. Mungkin jika tidak ada mereka [red. Pribadi-pribadi yang penuh manfaat] aku tidak akan pernah bisa berjalan sampai sejauh ini. Sadar atau tidak sadar, di samping ini memang sudah menjadi ketentuanNya tentu juga karena kemurahan hati mereka.
Untuk itu, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengawali belajar dan mendedikasikan diri untuk bermanfaat kepada banyak teman-kepada banyak orang. Karena bermanfaat itu menyenangkan. Udah gitu aja. Selesai.!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)