Sabtu, 03 Mei 2014

Jejak Sang Pemimpi #23

Untukmu Jiwa Yang Lelah
Teman, tidak usah mengeluh, apa gunanya coba....? Aku memang tidak tau kau sepenuhnya, tapi setidaknya kita pernah satu tim dalam sebuah komunitas. Kau bisa setegar mentari, selembut sang bayu dan seputih salju.itu yang ku tau. Jika hidupmu kendaraan, kaulah pengemudinya, mengapa kau tidak mencoba untuk menjadi pengemudi yang baik, dan hidupmu akan selalu kau arahkan untuk kebaikan.
Didunia ini tidak ada kata sia-sia katanya, jika usaha dan do'a sudah menyertai langkah kita, maka semua akan menjadi indah pada saatnya. Jika masa kini hanya akan menjadi masalalu pada akhirnya, mengapa kita tidak mau melakukan hal yang terbaik untuk orang lain. "bukankah orang yang menang itu buka mereka yang selalu dapat juara, melainkan orang yang selalu membari semangat kepada orang yang lemah.
Teman, Allah maha tau, tau ketika kita lemah, Tau ketika kita berada dalam titik kebosanan. Cobalah untuk mendekati-Nya, sedekat mungkin. Perbanyak sujudmu disepertiga malamNya, mintalah ketenangan , mintalah kemenangan untuk dunia dan akherat nanti. Karena hanya Dia yang tau suasana hati kita dan apa yang kita butuhkan, melebihi diri kita sendiri.
Sekarang bangkitlah, nyalakan lilinmu, tidak usah kau dengar kata-kata kenyataan itu, bertandinglah untuk menang dengan keadaanmu, biar mereka tau siapa kamu. Kita tidak akan pernah bisa memaksa orang lain untuk berbuat sesuai keinginan kita. Tapi kita bisa memaksa diri kita untuk melakukan yang terbaik dalam menyikapi sikap orang lain.


270113 [rd]

0 komentar em “Jejak Sang Pemimpi #23”

Posting Komentar

 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi