Rabu, 16 April 2014

Hubungan

Belum sampai pada teriknya matahari di tengahnya siang. Aku berjalan menuju ruangan yang sebelah kipasnya hampir jatuh karena terlalu lama mendekam dalam ruangan tersebut. Aku masuk beriringan dengan beberapa teman se-matakuliah denganku. Aku tampak biasa walau sebenernya mendera sakit di kepalaku. Dosen masuk, jam kuliah pun dimulai. Aku tampak sekali tidak selera dengan matakuliah itu. Sesekali diajak ngobrol dengan teman samping. Tawa, senyum mewarnai perbincangan dalam perbingcangan. Tiba-tiba temanku itu bertanya dengan laga sok serius padaku "din, bagimu apa hubungan itu" aku berlagak tidak tau, karena aku juga belum tau. hehehe
Sesaat hening, aku berfikir, mengolah otak untuk merangkai kata dan menjawab sebisaku tentang tanya temanku tadi. "hubungan itu ya, hubungan, hubungan apa maksudmu?" tanyaku, padanya. Dengan suasana yang panas temanku tadi menjawab lirih, " hubungan human". Aku masih berfikir mencari jawaban yang bisa membuatnya puas. Tapi jawaban itu nihil tak ku jumpai. Dan seketika dia menjelaskan secara singkat, padat dan sangat jelas, "hubungan itu memberi dan menerima" katanya dengan penuh kenyakinan. Kemudian langsung ku tangkap kata-kata itu. Aku pun menambahi " melengkapi dan di lengkapi " ungkapku. Ternyata memang benar, hidup ini hanya membutuhkan hakekat hubungan. Jika hakekat hubungan itu berjalan sesuai dengan kodratnya, pastilah hidup ini serasa nyaman dan nikmat. Temanku tadi bernama "Aan", terimakasih kawan.

2 komentar em “Hubungan”

  • 26 April 2014 pukul 20.32
    Anonim Disse:

    sosialitas tanpa paksa adalah ketulusan dalam hubungan :)

    delete
  • 1 Mei 2014 pukul 08.11
    Unknown Disse:

    dan hakekat hidup, memang haruslah begitu.
    maka hidup yang ada yang menolong yang perlu ditolong.
    tak ada keegoisan dalam tindak.
    tidak ada kesombongan dalam ucap dan prilaku.
    menebar kebaikan di sudut ruang kehidupan.

    delete

Posting Komentar

 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi