Kesempatan
yang membahagiakan ini. Aku ingin berbagi tentang buku dari novelis Andrea
Hirata yang sangat menggugah sekali. Dari sinilah aku mempunyai mimpi. Aku mulai
benar-benar berani untuk bermimpi. Lewat lembaran-lemabaran dan mantra sihir
yang terdapat pada penggalan-penggalan kata di dalam buku tersebut-lah yang
membuatku tak henti-henti untuk bermimpi. Hariku dipenuhi dengan mimpi pun
karena buku itu, tak bosan rasanya membaca berulang-ulang buku tersebut. Mencatat
penggalan-penggalan kata yang terdapat di dalamnya. Hingga film rilis dari buku
tersebut hadir di tengah-tengah masyarakat indonesia pun, aku gemar sekali
menonton, dan satu lagi yang menjadi kebiasaan dengan “sang pemimpi” ini. “aku
tak bosan”. Untuk itu aku ingin membagi cerita ini dengan semua. Walau mungkin
novel ini sudah usang karena lamanya, bagiku tetap tak bosan aku mencari kata dalam kalimat
yang indah dalam buku tersebut.
Aku
sangat tergugah terutama dengan beberapa kutipan kata-kata Arai, salah satu
tokoh dalam buku ini seperti, “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati” dan
“Mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli,
tapi di sini Kal, di sekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!”-hal 143. Luar biasa tokoh arai itu-lah yang membuatku tak
jenuh, dengan semangat mimpinya yang selalu tergambar lewat kata-kata yang
indah, dengan kisah cintanya pula yang membuatku selalu ingin membaca bait-bait
percakapannya tentang tokoh ceweknya A ling.
Arai,
Ikal, Jimbron tokoh yang sangat menginspirasiku, ini-lah yang membuatku
bertekad untuk selalu bermimpi dalam hari-hariku. Lahir di daerah pesisir,
lahir di tengah-tengah masyarakat yang sama sekali tidak mementingkan
pendidikan. Aku bertekad untuk sekolah gratis (mendapat beasiswa) akhirnya
semua itu ku dapatkan. Tidak lupa juga, ini semua karena doa-doa dari mereka
yang menyayangiku dan tentunya Allah.
Sampai
saat ini semangat untuk maju terus itu selalu ada dan memang harus ada. Dengan
cinta dan cita kini aku terbang membawa semua itu selalu berharap akan mimpi
yang masih terbungkam di langit yang biru. Dan semua ini tercipta Atas nama
MIMPI.
Untuk sahabat pemimpi yang ingin membacanya kembali silahkan lihat disini. Terimakasih sahabat Pemimpi.
