Jumat, 18 April 2014

Novel Sang Pemimpi

Kesempatan yang membahagiakan ini. Aku ingin berbagi tentang buku dari novelis Andrea Hirata yang sangat menggugah sekali. Dari sinilah aku mempunyai mimpi. Aku mulai benar-benar berani untuk bermimpi. Lewat lembaran-lemabaran dan mantra sihir yang terdapat pada penggalan-penggalan kata di dalam buku tersebut-lah yang membuatku tak henti-henti untuk bermimpi. Hariku dipenuhi dengan mimpi pun karena buku itu, tak bosan rasanya membaca berulang-ulang buku tersebut. Mencatat penggalan-penggalan kata yang terdapat di dalamnya. Hingga film rilis dari buku tersebut hadir di tengah-tengah masyarakat indonesia pun, aku gemar sekali menonton, dan satu lagi yang menjadi kebiasaan dengan “sang pemimpi” ini. “aku tak bosan”. Untuk itu aku ingin membagi cerita ini dengan semua. Walau mungkin novel ini sudah usang karena lamanya, bagiku tetap tak bosan aku mencari kata dalam kalimat yang indah dalam buku tersebut.
Aku sangat tergugah terutama dengan beberapa kutipan kata-kata Arai, salah satu tokoh dalam buku ini seperti, “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati” dan “Mungkin setelah tamat SMA kita hanya akan mendulang timah atau menjadi kuli, tapi di sini Kal, di sekolah ini, kita tak akan pernah mendahului nasib kita!”-hal 143. Luar biasa tokoh arai itu-lah yang membuatku tak jenuh, dengan semangat mimpinya yang selalu tergambar lewat kata-kata yang indah, dengan kisah cintanya pula yang membuatku selalu ingin membaca bait-bait percakapannya tentang tokoh ceweknya A ling.
Arai, Ikal, Jimbron tokoh yang sangat menginspirasiku, ini-lah yang membuatku bertekad untuk selalu bermimpi dalam hari-hariku. Lahir di daerah pesisir, lahir di tengah-tengah masyarakat yang sama sekali tidak mementingkan pendidikan. Aku bertekad untuk sekolah gratis (mendapat beasiswa) akhirnya semua itu ku dapatkan. Tidak lupa juga, ini semua karena doa-doa dari mereka yang menyayangiku dan tentunya Allah.
Sampai saat ini semangat untuk maju terus itu selalu ada dan memang harus ada. Dengan cinta dan cita kini aku terbang membawa semua itu selalu berharap akan mimpi yang masih terbungkam di langit yang biru. Dan semua ini tercipta Atas nama MIMPI.
Untuk sahabat pemimpi yang ingin membacanya kembali silahkan lihat disini. Terimakasih sahabat Pemimpi.

0 komentar em “Novel Sang Pemimpi”

Posting Komentar

 

Copyright © 2014 -- by Jejak Sang Pemimpi